Feeds:
Posts
Comments

pendapat al gore

imagesSudah beberapa kali saya mendapat email dari Al Gore untuk minta dukungan dalam upaya meningkatkan kepedulian tentang global warming. Sebelum konferensi UNFCCC di Bali, Desember 2007, beberapa email Al Gore sudah saya balas termasuk bergabung dalam “Alliance for Climate Protection” yang digagas oleh Al Gore. Kini Al Gore mentargetkan dukungan dari sejuta orang sampai April 2008 yang bergabung dalam gerakan itu.

Sejauh ini menurut data, sudah ada lebih kurang 900 ribu individu yang bergabung dalam aliansi perlindungan iklim tersebut. Target 1 juta orang sampai April merupakan upaya memperbesar gerakan sehingga langkah-langkah perlindungan iklim mendapat dukungan semua pihak. Bagi anda yang membaca posting ini, diajak untuk bergabung dalam aliansi itu dengan mengisi formulir ini dan mengirimkannya sebagai mana diminta. Continue Reading »

panaS . ..

MenuRut American Academy of Pediatric (AAP) mengakui adanya akibat pemanasan global pada kesehatan anak-anak dan membangun strategi untuk melindungi mereka dari potensi kerusakan dan pemanasan global memperburuk penyakit-penyakit umum yang terjadi pada anak-anak seperti asma dan alergi.
dan: …2291730004_aa1ea555d2_o
-Meningkatnya kerentanan pada luka atau kematian, stress paska trauma, kehilangan pengasuh, mengganggu pendidikan dan pergeseran sebagai akibat dari bencana
yang ditimbulkan oleh cuaca seperti banjir, angin topan dan kekeringan
-Kerusakan pada fungsi paru-paru dan pertumbuhan da4lam kaitan dengan meningkatnya polusi udara
-Peningkatan penyakit waterborne dan food-borne, termasuk infeksi diare akibat kenaikan suhu dan gangguan dalam suplai makanan
-Peningkatan dalam penularan penyakit melalui nyamuk dan kutu/tungau, seperti virus West Nile, malaria, dan penyakit Lyme
-Peningkatan penyerapan dan mudah terkena luka karena panas, terkait dengan kondisi seperti serangan panas (heat stroke) dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion)

BahAYa BAnget dan KAsihan Adik-Adik Kita calOn penerus Kita ini kan??? HUh… Bumi kiTa Ini HArus Kita CinTAi! Ayooo DinginKAn! DingiNkAn Bumi Kita Lagi!!!

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Akibatnya

Mark Serreze, dari Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) AS, mengatakan musim panas tahun ini diperkirakan ekstrim sehingga dapat menyebabkan lapisan es kutub benar-benar habis. Sejumlah faktor yang mepengaruhi kondisi es kutub utara setahun lalu telah menyebabkan lapisan es di Kutub Utara tahun ini sangat tipis sehingga berisiko saat memasuki musim panas.

Pada September 2007, tebal lapisan es di permukaan perairan Arktik mencapai rekor terendah. Bahkan karena hal tersebut, terusan Utara-Barat yang selama ini beku dan menghubungkan Greenland dan Alaska dapat dilalui kapal. Lapisan es di kawasan tersebut memang menebal kembali saat musim dingin, bahkan pada puncaknya Maret 2008 lebih luas dari cakupan es setahun sebelumnya.oh-no-global-warming

Kompas 26 Maret 2006, Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas. Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu. Citra satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28 Februari 2008.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut :

1. Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir
2. Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove
3. Meluasnya intrusi air laut (intrusi air laut : Berkurangnya luas daratan diakibatkan tergenang air laut)
4. Ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir
5. Berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil

Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah :

1. Gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera
2. Genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua
3. Hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan
4. Penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia.

gO gReEn

April 22 is Earth Day, a time to celebrate gains we have made and create new visions to accelerate environmental progress. The push, especially for Americans, to reduce pollution and help save the environment is based on evidence that the decisions we have made, and continue to make, are damaging the air we breathe and the land we live on. What have you been doing to be more “eco-friendly”? If you’re not sure exactly what to do, here are some tips courtesy of kaboose to help you get started living a green lifestyle.

* Save water by decreasing your shower time — or rather take a bath, which uses less water than a shower.
* Get in the habit of brushing your teeth with the water off.
* Recycle – junk mail, cell phones, paper products, plastic bags, and more.
* Switch from paper and plastic bags to reusable bags and totes.
* Forget the electric or gas dryer, and hang dry your clothing.
* Opt for direct deposit, online banking, and paperless statements to reduce your paper usage.
* Try your hand at composting (planting scraps from fruits, veggies, and coffee grounds outside), which will help create better soil and less landfill waste.
* Don’t purchase disposable water bottles, but rather use recyclable (and refillable) beverage containers that you can fill with filtered water.
* Unplug all of your appliances when you leave the house to save energy (and prevent a fire hazard).
* If possible, take public transportation or walk.
* Don’t use plastic storage containers, and definitely do not heat food within a plastic container in the microwave.
* Save stained or ill-fitting clothing to use for dusting and cleaning.
* Use rechargeable batteries.
* Rent movies and borrow books, instead of purchasing.
* Select products made of recyclable materials.
* If possible, buy items that use less packaging.
* Buy groceries in bulk, as it reduces packaging and the number of trips you take to the grocer. Purchase a membership to a wholesale club, such as Costco or BJ’s.
* Purchase locally produced food at farmer’s markets and even road-side stands.
* Use healthy and environmentally friendly cosmetics, such as mineral-based cosmetics and natural bath products.
* Purchase organic foods, as they don’t contain pesticides and harmful chemicals, in addition to organic cotton.

create by.www.ybpgiude.com